Terima kasih SS Karena Telah Mengantar Saya ke Farmasi di NUS

Sebenarnya udah basi ini berita, tapi bolehlah gw tulis di sini, setelah sebegitu lamanya blog ini tidak di-update…

Jadi ceritanya gw kan nungguin hasil Singapore Scholarship / SS. Karena pengumumannya selalu ditunda berhari-hari gw jadi stres juga, nanya-nanya Arie (dan ditanya-tanyain Davin) kalau-kalau ada berita tentang SS. Nah pada hari Jumat dua minggu yang lalu, gw jalan-jalan ke Artha Gading (jarang-jarang lo, jauh sih). Nah setelah selesai makan siang…

Ada telepon. Dari “Ignatius Sunrise” (tempat les A-level gw). Wah apaan nih, gw pikir. Ternyata… gw dapet SS!!! SS… SS…

Jadi apa itu beasiswa SS? (tiba-tiba jadi mode ensiklopedi gini) SS adalah beasiswa G-to-G (government-to-government) yaitu antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Singapura. Contoh beasiswa G-to-G lainnya adalah Fulbright Scholarship yaitu beasiswa S2 dalam bidang sosial ke Amerika (gak penting banget sih). Pelajar yang mendapatkan beasiswa ini akan dibiayai kuliah di salah satu universitas negeri di Singapura (antara NUS, NTU, atau SMU) selama 4 tahun penuh; mendapat uang saku S$4300 per tahun (yay!); mendapat tiket pesawat sekali pergi dan sekali pulang (di awal dan akhir kuliah); semuanya tanpa ikatan / bond apapun (ikatan kerja 3 tahun Tuition Grant juga tidak berlaku lagi kalau mendapat beasiswa ini).

Untuk mendapatkan SS pertama-tama ada tes pelajaran tergantung pilihan jurusan saat mendaftar (misalnya yang pilih bisnis ada tes humanities, yang pilih engineering biasanya ada physics-nya, tapi semuanya dapet english dan mathematics). Lalu orang-orang yang lolos ke babak berikutnya akan diwawancara (dalam bahasa Inggris tentunya). Tahun ini ada 4 anak CC yang diwawancara (Leontius Adhika Pradhana / gw, Aloysius Wisnu Aryoputera, Julius Raditya Secadiningrat, dan Davin Pannausten) dari total 26 anak se-Indonesia. Lalu yang benar-benar mendapatkan beasiswanya ada 7 orang saja dari Indonesia.

Di suratnya tuh gw langsung dikasih tahu kalau gw akan kuliah di NUS (asik) dan masuk jurusan farmasi. Masalah jurusannya ini lo yang bikin gw pusing selama seminggu. Masalahnya pengetahuan gw tentang farmasi itu next to zero, gak ada anggota keluarga besar yang masuk situ, dll. Minatnya sih sebenarnya gak begitu masalah, gw tuh emang orangnya aneh sih kerja apa aja juga mau. Cuma kalau di sekolah cenderung ke eksakta karena males menghapal.

Sebenarnya gw masih bisa ganti jurusan terutama ke chemical engineering (karena gw tulis chemical enginering di bawah pharmacy saat pendaftaran), tapi tetap aja gw pusing. Nih hasil pemikiran gw selama seminggu:

Pharmacy pros:

  • lapangan kerja meningkat sesuai dengan bertambahnya populasi kakek2 dan nenek2 yang butuh banyak obat
  • kerjaan yang berhubungan dengan kesehatan pasti gak ada matinya, beda dengan engineer yang akan bersaing dengan kemajuan teknologi dan otomatisasi yang makin otomatis (engineer yang dibutuhkan jadi makin sedikit tetapi harus makin pintar / terspesialisasi). Kecuali selama gw masih hidup ditemukan obat yang bisa menyembuhkan apapun (yang masih butuh farmasi untuk bikin dan mendistribusikan obatnya – loh malah dokter dong yang jadi pengangguran? Hihihi).
  • job security: dengan gampangnya bisa bikin usaha sendiri dan jadi bos (bikin apotek maksud gw) kalo males kerja atau udah tua
  • prospek di Singapur lumayan bagus karena bidang medical di sana cukup berkembang
  • paling gak belajar kimia yang gw lumayan suka, walaupun nilai UN paling jelek gw kimia… (dunno what happened to me then)
  • Satu cohort / angkatan di pharmacy sekitar 120 orang, kalau di chemical engineering sekitar 300 orang. Jadi persaingan kerjanya berbeda jauh, belum lagi para engineer harus bersaing dengan lulusan dari NTU juga. Kebanyakan negara-negara maju memang selalu kekurangan tenaga farmasi (gw lupa baca di mana ya, ada statement kayak gini: “pharmacy students usually get multiple job offers upon graduation”).
  • pas nunggu hasil SS gw tuh suka berdoa begini, “Tuhan tolonglah agar saya mendapat SS kalau jurusannya cocok untuk saya, kalau tidak ya saya ikhlas tidak mendapatkannya”, nah berarti farmasi cocok buat gw dong!?!?
  • bisa membantu orang sakit (halah gak penting >.<)

Pharmacy cons:

  • banyak hapalan!!! tahun pertama blajar anatomi lagi, tahun berikutnya ngapalin reagen dan obat-obatan…
  • walaupun di Singapura farmasi cuma diajarkan di NUS, masa bukan berupa fakultas tetapi cuma departemen di bawah FMIPA!?!? Padahal jauh banget bedanya ama science yang lain. Ini juga gak begitu penting sih >.<
  • yang belajar farmasi kebanyakan ya orang Singapur juga, bahkan tahun lalu katanya cuma ada 1 orang dari Indonesia (itupun SMAnya di Singapur / JC). Tapi gak begitu masalah sih, gw kan bukan orang yang selalu butuh teman di samping gw (alahhhh makin gak penting).
  • semua pengetahuan gw tentang matematika, fisika, komputer dll. yang sudah dikumpulkan bertahun-tahun gak ada gunanya lagi ya T.T Tapi asik juga sih bisa belajar sesuatu yang sama sekali lain. Daripada masuk IT atau Computer Science, udah kebayang sampai lulus belajarnya apa aja…
  • biarpun gak seekstrim dokter, kerja farmasi juga kadang-kadang overwork sampai larut malam di luar jam kerja (karena harus menemani dokter, atau ada operasi mendadak dll.)
  • karena pekerjaan farmasi bersifat profesional, setiap pharmacist yang pindah negara harus mendapat sertifikasi dari badan yang berwenang setelah sebelumnya belajar lagi selama sekitar 1 tahun (tergantung negaranya), sama seperti dokter dan dokter gigi (katanya arsitek juga, ga tau deh). Sertifikat digunakan untuk buka praktek (maskudnya meracik dan menjual obat) di rumah sakit atau apotek. Ini juga bukan masalah besar sih karena ada banyak pekerjaan untuk pharmacist yang tidak bersertifikasi terutama di bidang industri (bukannya gw ga mau praktek).

Jadi setelah melihat dan menimbang-nimbang pros dan cons itu selama seminggu, gw memutuskan untuk masuk ke farmasi. Rasanya gw juga nggak akan meninggalkan semua keahlian di bidang komputer – cukup sebagai hobi saja ^^.

Rasanya post ini panjang banget (waks sudah jam 5!? Bikin satu post aja butuh 1.5 jam, swt…). Ya sudahlah, semoga teman-teman semuanya bisa melanjutkan studi ke universitas dan jurusan yang cocok ^^

| tags:

8 comments

Metlamet

metlamet lah

agak kecewa juga sih lo gak masuk di IT, tapi gak papa. semoga bisa sukses di farmasi

well, gak tau sih kalo di Singapur kalo di Indo, Farmasi itu banyak cewenya :D mungkin nilai plus

Hehehe....

nyokap gw lulusan farmasi, anyway

by Petra Novandi, July 2, 2008 - 15:09

Haha harusnya sih banyak

Haha harusnya sih banyak cewenya juga ya... hihihi :D thx...

by Leon, July 2, 2008 - 15:27

Selamat ya, Leon sudah

Selamat ya, Leon sudah diterima di farmasi NUS. Ilmu matematika, fisika, dan komputer rasanya masih bisa berguna kok. Sebab ilmu itu akhirnya saling berkaitan dalam implementasi di dunia nyata.

Sebagai contoh, pengobatan dengan radiasi membutuhkan ilmu fisika.Dalam ilmu farmakokinetik, interaksi antara obat dan mahluk hidup disimulasikan dalam suatu model matematika. Ketika model matematika itu berupa fungsi multi dimensi tak linier yang sulit dipecahkan secara matematis, maka digunakan pendekatan numerik melalui ilmu komputer.

Jadi saya rasa matematika, fisika, komputer, dll masih ada gunanya dikemudian hari :-)

by suryanto, July 9, 2008 - 15:49

Congratz!

Congratulations!
Huehehehe...
yaa kadang2 orang bisa dapet jurusan2 yang tak terduga xp keluarga gw jg ga ad yang jadi desainer...
Semua bisa dijadikan jalan menuju kesuksesan kyna, tergantung orangnya jg sih ^^
well, then...
in the future be a good pharmacist xp wkakaka

by Ritchie, July 21, 2008 - 22:22

Kenalin aku Yessy, anak SMA

Kenalin aku Yessy, anak SMA 3 Yogya, sekarang aku kelas 3. ku pengen banget kuliah di NUS. Kalo kedokteran gimana? Ambil A-LEVELnya apa aja? bagi-bagi strategi dong,... MAKASI

by Yessy Martha, July 31, 2008 - 19:55

gratzz yaah :)

heey. br up2date lgi dngn blog lo.

hmm menurut gw si dgn karakterisitik lo yg emang mau kerja apa aja. kyny fine2 aja deh. haha

asal dr dlm diri mau bljr farmasi dan lo ga benci. gw rasa lo tetep bkl sukses. haha. walo ga ad x factor yg cman dimiliki klo lo pili jurusan yg lo dmen.

anyhoww.. suksess yaa disanaaa.. ^^

Leap On!

by windam, August 20, 2008 - 12:09

:)

hai . aku nadia , skarang aku klas 3 . aku juga pngen banget masuk nus . tapi medicine nya . kuota buat indonesia tuh brapa sih ? denger2 test nya susa bet y ?
bales y .. makasii .

by nadia., August 27, 2008 - 17:04

Kecuali kamu jenius banget

Kecuali kamu jenius banget sebaiknya gak usah buat target mau masuk medicine NUS. Gw sih belum pernah denger ada anak direct dari Indo yang masuk medicine di NUS (hayo lo!?!?!). Biasanya medicine dan law isinya orang-orang Singapur karena mereka ga mau dong kalau ilmunya "bocor" ke luar negeri.

Aku bukannya mau mendiscourage kamu, tapi sadari aja kalau target itu susah banget dicapai. I'll see if you can break the record ^^

by Leon, August 27, 2008 - 22:48

Post new comment

When replying to comments, you are encouraged to use the corresponding "reply" link in the comments. Your reply will then be placed under the comment, easing conversation and reading.
The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <blockquote> <pre>
  • Lines and paragraphs break automatically.