Pergi ke APICTA 2007 Juga

Banyak orang yang tanya, dan saya sendiri juga butuh untuk arsip pribadi, jadi…

Akhirnya setelah melalui perjuangan panjang, sampai juga saya dan Karol ke ajang APICTA 2007. Perlombaan ini adalah mengenai inovasi dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi, dan cara berlombanya adalah melakukan presentasi… sangat tidak mirip dengan lomba-lomba pemrograman lain yang problem solving… >.<

Mengapa saya bilang perjuangan panjang, karena sulitnya masalah teknis yang dihadapi. Kalau presentasinya sendiri sih cuma presentasi sekali saja, gak berasa apa-apa… Itu masih dalam konteks Indonesia ICT Awards 2007. INAICTA sebenarnya lebih banyak diikuti oleh perusahaan-perusahaan besar maupun start-up yang bergerak dalam bidang IT. Untuk pelajar semuanya dimasukkan ke dalam kategori Secondary Student Project (<= SMA) dan Tertiary Student Project (mahasiswa). Kalau saya ya masuk Secondary Student Project…

Eh, tiba-tiba saya diberitahu bahwa tim saya berhasil lolos ke APICTA (Asia Pacific ICT Awards) mewakili Indonesia! Padahal juaranya belum diumumkan. Lalu kita kan bertanya-tanya, eh ternyata 3 besar setiap kategori memang mewakili Indonesia untuk lomba se-Asia Pasifik…

Terus yang lebih aneh lagi, ada percakapan yang kurang lebih semacam ini… (sebenarnya beberapa percakapan yang digabung) (nama dan jenis kelamin panitia dirahasiakan)

panitia: Hmmm kamu terpilih untuk pergi ke Singapura ya, mewakili Indonesia di APICTA 2007. Tetapi untuk tiket dan akomodasi hanya dibayarkan untuk satu orang.
saya: Loh kok begitu pak/bu? Tim saya kan dua orang…?
panitia: Iya tetapi dari sananya memang hanya dibayarkan untuk satu orang tiap karya yang menang.
saya: Saya juara berapa pak?
panitia: Belum tahu, makanya kamu tunggu aja minggu depan.
saya: Tapi saya lihat di website INAICTA, kok nama saya ada di paling atas yang pak/bu? Itu sudah terurut berdasarkan peringkat ya?
panitia: Hah? Kamu lihat di mana?
saya: Di website INAICTA pak/bu.
panitia: (diam sesaat) Hahahahaha… Iya iya (dalam hati ngedumel “gimana sih orang yang pasang di website, bukannya diurut abjad” <- ini kira-kira, saya kan bukan clairvoyant). Tapi kamu jangan bilang-bilang siapa-siapa ya? Soalnya itu kan masih rahasia, dan kamu jangan berharap banyak karena bisa berubah, jadi kamu harus tetap berjuang ya (padahal tidak ada presentasi lagi), tetapi kalau tidak ada perubahan…
saya: apa pak/bu?
panitia: ya gitu deh…

Jadi secara kebetulan saya mendapatkan “bocoran” bahwa karya kami juara satu. Hore… hadiah sudah di depan mata!

Lalu selama seminggu itu saya dicecar terus oleh panitia… Mengapa? Karena saya minta dibayarkan biaya ke Singapura untuk berdua, bukan hanya satu orang. Sampai-sampai saya mengalah (lebih tepatnya mengancam sih ;) ) bahwa kalau saya tidak diberangkatkan berdua, saya tidak mau berangkat ke Singapura. Hayo lo, juara satunya gak mau pergi, pusing gak… :D Kalau menurut saya sih wajar saya minta dibayari, karena pelajar tidak punya penghasilan sendiri. Lain dengan perusahaan-perusahaan yang justru malah diuntungkan dengan “perjalanan bisnis” yang mengharumkan nama PT-nya sehingga rela merogoh kocek untuk membayar kepergian pegawainya.

Lalu sampai pada malam penyerahan hadiah. Gimana gak capek, seharian dicecar gak bakal diberangkatkan ke Singapura sekaligus. Eh tiba-tiba saat mau memasuki Cendrawasih Room di JHCC... Panitia menelepon dan mengkonfirmasi bahwa kami dibayari berdua!!! Mission accomplished!

Malam itu juga menyenangkan loh, acaranya gala dinner. Artinya makan malam besar yang sangat formal, kayak dinner para artis kalau menerima Oscar atau apalah. Ada saya, Karol, ibunya Karol, Pak Mauliddin, Pak Hendrikus (“kalau kamu ngajak saya acara makan-makan kayak gini saya mau deh, tapi kalau disuruh puter-puter nganterin surat ke sekolah-sekolah saya itu pusing”), Bu Erika (mantan guru CC yang keluar gara-gara menikahi guru yang disebutkan sebelumnya), dan beberapa mantan CC yang kebetulan bertemu di situ. Dan… dapat hadiah deh!

Dan jadilah kami berdua pergi ke Singapura tanggal 26 November 2007 kalau tidak ada halangan melintang.

Masih ada beberapa hal yang belum dikatakan di sini, seperti dimintanya kami untuk melakukan eksibisi (menjaga stand di expo), pemenang yang ternyata sudah diumumkan sejak pagi dst, tetapi tulisan ini sudah terlalu panjang.

Pokoknya karena lomba ini saya juga mendapatkan rejeki yang agak lumayan besar juga ;) jadi saya merasa senang juga. Paling tidak ada lomba yang benar-benar memberikan hadiah yang besar…

O iya, program yang kami presentasikan adalah Checksuite, yaitu software untuk manajemen lomba pemrograman CSAC (Canisius Science and Art Competition) dulu.

3 comments

slamet yaa.. keren banget.

slamet yaa..

keren banget bisa mewakili Indonesia bwt acara kyk gini..
Gile,, ank2 cc.. bahkan sampe saat2 trakhir sbelom lulus pun masih ada yang bisa dibawa bwt negara juga skola..

wishh u guys all the best in spore..

niwe,, salam knal dr temennya karol..
heuheuheue..

_CheL_

Salam kenal. Salam kenal juga... Tentang yang di Singapura, kami kalah kok, gak dapat apa-apa... >.<
udah sampe ke spore pun dah.

udah sampe ke spore pun dah menang kok..
dah bw nama Indonesia itu dah bagus banget..

niwe,, keep trying.. :)

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <blockquote> <pre> <i> <b>
  • Lines and paragraphs break automatically.
By submitting this form, you accept the Mollom privacy policy.

Recent comments