Setelah Drupal selesai diinstalasi, Anda dapat melihat halaman administrasi Drupal di http://localhost/drupal-6.1/?q=admin. Ada banyak sekali yang bisa diatur, sehingga saya hanya akan membahas sedikit saja untuk setiap opsi. Anda sangat dianjurkan untuk melihat semua pengaturan-pengaturan yang ada.
Ada beberapa pengaturan yang tidak ada dalam Drupal 5, karena Drupal 6 memiliki lebih banyak fitur daripada Drupal 5.
h2. Site Building
- Blocks: block adalah pembagian isi yang ada dalam sidebar, header, footer, dll. (mirip seperti widgets pada WordPress). Contoh block adalah tampilan navigasi dan tampilan banyaknya pengguna yang online. Dengan Drupal kita dapat mengatur letak block-block tersebut, sesuai dengan tempat yang disediakan oleh theme.
- Menus: di sini kita mengatur link-link yang muncul di website kita sebagai navigasi. Misalnya, kita dapat menaruh link ke halaman “About Us” di sebelah kanan atas website (Primary Links).
- Modules: sebuah modul akan memberi fungsi tambahan dalam Drupal. Contoh module adalah module untuk upload gambar dan module untuk menambahkan text editor pada kotak komentar. Jika ada fitur yang seharusnya ada dalam Drupal tetapi tidak ada, maka module-lah jawabannya.
- Themes: di sini Anda dapat mengatur desain website yang digunakan dan beberapa pengaturan tentang desain.
Content Management
- Comments: lihat, edit atau delete komentar-komentar yang masuk ke situs Anda. Ada juga pengaturan untuk komentar.
- Content: lihat, edit atau delete konten website Anda.
- Content types: konten dalam Drupal dibagi dalam beberapa tipe. Contoh tipe konten adalah: forum topic, artikel, blog post (Anda dapat membuat content type sendiri). Setiap content type bisa punya pengaturan sendiri, misalnya kita dapat mengatur agar forum topic dapat memiliki attachment ke dalamnya, tetapi artikel tidak.
- Post settings: mengatur cara-cara user melakukan posting (harus preview dulu atau tidak, dll.). Di sini ada pengaturan untuk teaser, yang tidak lain adalah penggalan konten yang akan muncul di halaman depan.
- RSS Publishing: pengaturan tentang RSS feed (tidak begitu penting).
- Taxonomy: inilah salah satu kata-kata sulit yang disukai Drupal – padahal taxonomy tidak lain adalah kategori konten. Taxonomy terdiri dari vocabulary, contohnya “Topik Utama”. Tiap vocabulary memiliki term (terminologi) yang banyak, contohnya “CMS”, “Web Development”, “Security”. Bagi Anda yang familiar dengan blog, taxonomy juga bisa berlaku sebagai tag.
Site Configuration
- Actions: di sini kita dapat mengatur agar sesuatu terjadi jika terjadi hal yang lain (apa tuh maksudnya? :D). Contohnya kita dapat mengatur agar website kita mengirimkan e-mail setiap ada komentar baru.
- Administration theme: pengaturan tentang theme mana yang digunakan pada halaman administrasi (sangat tidak penting).
- Clean URLs: pengaturan ini akan menghilangkan “?q=” pada URL. Contohnya,
http://localhost/drupal-6/?q=admin akan berubah menjadi http://localhost/drupal-6/admin. Sayangnya dibutuhkan pengaturan khusus pada Apache untuk ini (makanya fitur ini dimatikan secara default).
- Date and time: pengaturan tentang waktu.
- Error reporting: pengaturan tentang halaman error dan laporan error jika terjadi masalah dengan website Anda.
- File system: di sini kita mengatur letak Drupal menaruh file-file yang di-upload oleh user.
- Image toolkit: 99% tidak pernah digunakan, jika Anda menggunakannya Anda sudah lebih pintar dari saya ;)
- Input formats: di sini kita mengatur filter yang digunakan user untuk melakukan posting. Misalnya Anda dapat mengatur penggunaan HTML (buat orang-orang teknis), BBCode (buat yang sering buka-buka forum), atau Wiki format (buat yang sering buka-buka wiki). Tentu saja semua fitur tambahan tersebut memerlukan module tambahan.
- Logging and alerts: pengaturan log (tidak begitu penting).
- Performance: di sini kita dapat meningkatkan kecepatan website dengan menyalakan fitur-fitur untuk caching. Tidak dianjurkan untuk website yang masih dalam tahap pembuatan.
- Site information: di sini kita dapat mengatur judul, motto, e-mail, footer dll. dari website kita.
- Site maintenance: di sini kita dapat mematikan website kita untuk sementara selama dilaksanakannya maintenance.
User Management
- Access rules: di sini kita dapat memblokir user yang nakal dengan filter username, e-mail, atau IP address.
- Permissions: di sini kita dapat mengatur kewenangan yang dimiliki oleh tiap-tiap role (penjelasan mengenai role ada di bawah ini).
- Roles: di sini kita dapat mengatur tentang role. Role dalam Drupal merupakan “kelas” (seperti dalam kelas sosial), yang berguna ntuk mengatur kewenangan seorang user. Contohnya, user dengan role “editor” bisa mengedit artikel, user dengan role “forum administrator” bisa mengedit dan menghapus forum topic. Kita dapat membuat role sebanyak yang diperlukan.
- User settings: pengaturan registrasi user dan profil user secara umum.
- Users: lihat, edit, dan hapus user yang sudah ada, serta menambahkan user baru.
Reports
Dalam Drupal 5, bagian ini disebut Logs, tetapi isinya sama saja. Anda dapat mengaktifkan module Statistics untuk menambahkan bebearapa fitur di dalam bagian ini.
- Recent log entries: Drupal mencatat banyak hal, seperti saat ada komentar baru, konten baru, atau error. Di sini kita dapat melihat catatan-catatan tersebut.
- Top ‘access denied’ errors: di sini kita dapat melihat halaman-halaman yang paling sering mengeluarkan “access denied”. Contohnya adalah user non-admin yang mencoba masuk ke halaman administrasi tidak akan dperbolehkan, dan di sini akan dicatat siapa pelakunya.
- Top ‘page not found’ errors: kalau kita menghapus konten, bisa saja ada orang yang masih ingin mengakses konten tersebut (misalnya karena leink ke konten itu pernah disebarluaskan). Di sini, akan diperlihatkan halaman-halaman yang bermasalah seperti itu.
- Status report: di sini kita dapat melihat status instalasi Drupal kita, apakah ada maslaah teknis atau tidak.
Sekali lagi, Anda sangat dianjurkan untuk pelan-pelan mencoba seluruh opsi yang ada di atas agar Anda dapat mendapatkan gambaran fleksibilitas yang dimiliki Drupal. Anda juga dapat mengakses menu “Help” yang tersedia linknya di sidebar.
19 comments
saya baru menggunakan drupal. dan cukup bingung. mohon batuannya
- bisakah saya membuat semacam category shg tiap postingan yang saya buat dapat langsung memilih termasuk kategori apa? saya tidak ingin user membuat categorynya sendiri2. klo memakai taxonomy(tags) rasanya koq tidak pas.
- drupal hadir tanpa WYSIWYG editor. ini sangat menyulitkan bagi saya yang alumni wordpress. module yang bagus untuk editor dan upload gambar apa?
- saya ingin membuat menu id dan en seperti di blog anda. bgmn caranya?
- tutorial drupalnya di lanjutin dong. :P
thx,
thx for sharing, baru belajar juga nih..
mau belajar drupal ni,
Caranya buat kategory di drupal yang mirip kategory wordpress gimana ya?
Wew......buat tesis cocok neh.....
ayo-ayo mari kita belajar drupal!!
biar commentnya langsung tampil pake module apa ya?
Kalau ini pakai AJAX Comments.
wah...bloeh nih dicoba!!
Lengkap Banget pak, saya juga sedang membiasakan diri dengan drupal
meskipun hampir blank sama yang namanya PHP dkk, semoga tidak sampai mem-blank-kan semangat saya untuk ngeblog dengan drupal, bukan dengan worpress :)
salam kenal
saya belum pernah mengenal apa itu drupal,joomla,n wordpress....
mohon post pembelajaraan lebih rinci dari drupal...
terimakasih
salam kenal....
saya baru denger neh...selain joomla ada Drupal...
Jadi pingin belajar neh...
Tolong pencerahannya.
http://www.cosarosta.com/seo-award-artatel-solusi-komunikasi-hemat-dan-h...
mantap
mantab gan tulisannya bermanfaat banget, ijin copas yaks... nanti tak sertai sumbernya ;)
image toolkit diperlukan untuk install imagecache
image toolkit biasanya udah built in kok
anda pakai imagecache otomatis anda gunakan image toolkit
I was very pleased to seek out this web-site.I wanted to thanks for your time for this excellent read!! I positively enjoying every little little bit of it and I have you bookmarked to take a look at new stuff you blog post.
http://www.simplyrest.com/latex-mattresses
Post new comment