technology

Pemerintah Terlalu Reaktif terhadap Film F*?

Hari ini gw baca artikel yang cukup menarik di koran Kompas hari ini, 7 April 2008, halaman 33, “Keseimbangan Baru Menghadapi Teknologi”: minggu lalu, Menkominfo kita mengeluarkan surat perintah kepada APJII (badan pengawas internet Indonesia) untuk “memblokir situs maupun blog yang melakukan posting film F*”, dan artikel tersebut berisi kritik terhadap kebijakan tersebut. Gw sebagai warga negara yang baik (wuidih…) mencoba untuk menekankan isi-isi yang penting dari artikel tersebut, tidak lupa ditambah dengan bumbu-bumbu pendapat pribadi :D.

Kesan pertama gw membaca artikel tersebut adalah: PENTING YA!? Bagaimana nggak, film hate speech seperti F* bisa mengundang reaksi yang begitu besar dari sebuah negara beradab seperti Indonesia. Apakah pemerintah saking gak punya kerjaan, sampai-sampai urusan-urusan kecil seperti ini diurus dengan sesigap mungkin (tertulis klasifikasi surat adalah “Sangat Segera”)? Apakah urusan seperti pembajakan yang marak terjadi di internet tidak segawat masalah F* ini? Gw rasa pemerintah perlu menunjukkan bahwa ia punya prioritas dalam menghadapi masalah-masalah yang terjadi di masyarakat. Read more »

OOXML vs. ODF: A Battle of Format

Yesterday I collected files from my classmates (by email) to aggregate it because a teacher had asked us to do it. Since most of us are pretty much non-techies, I would assume that everybody submit .doc files – that goes without saying. A headache came in, however, when one of my friends submitted a .docx file.

I am perfectly aware that this is a new file format used by Microsoft Office 2007 – but hey Microsoft, do you think that everybody in the world can suddenly open up a new file format just because you use it? A patch from Microsoft for opening up these files cost a dreading 28 MB download. Do you think everybody in the world has that much of time and bandwidth to download it? (No, Ritchie, I’m not blaming you for this fuss.) Read more »

Web Service to Replace SMS

I have an idea for a service to replace SMS (Short Messaging Service) with a "SMS over IP" structure. Basically a mobile Java / J2ME application connects to a central server with persistent socket. Using the established socket, the server can send data to the phone. Therefore, people can send "SMS" (actually only ordinary text data) to the server (using their own connections), and the server can route the message to another account which is already connected to the server.

This is very similar to existing IM concept, but with IM there are too many data to send - people logging in/out, etc., and data cannot be retained / saved if the current user is not connected to the server at the moment (hence "Instant" Messaging).

It has a great potential if SMSes are more expensive compared to GPRS connection (which is the case in Indonesia: Rp 350 per sms vs. Rp 3 per kb). I might want to develop this, but the server cost must be high, as there are very many persistent connections at one moment (which needs an MMORPG class server).

Pergi ke APICTA 2007 Juga

Banyak orang yang tanya, dan saya sendiri juga butuh untuk arsip pribadi, jadi…

Akhirnya setelah melalui perjuangan panjang, sampai juga saya dan Karol ke ajang APICTA 2007. Perlombaan ini adalah mengenai inovasi dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi, dan cara berlombanya adalah melakukan presentasi… sangat tidak mirip dengan lomba-lomba pemrograman lain yang problem solving… >.<

Mengapa saya bilang perjuangan panjang, karena sulitnya masalah teknis yang dihadapi. Kalau presentasinya sendiri sih cuma presentasi sekali saja, gak berasa apa-apa… Itu masih dalam konteks Indonesia ICT Awards 2007. INAICTA sebenarnya lebih banyak diikuti oleh perusahaan-perusahaan besar maupun start-up yang bergerak dalam bidang IT. Untuk pelajar semuanya dimasukkan ke dalam kategori Secondary Student Project (<= SMA) dan Tertiary Student Project (mahasiswa). Kalau saya ya masuk Secondary Student Project… Read more »

Google Desktop Search

Kalau di komputer kamu terdapat banyak sekali file, dan kamu sering bingung, “Duh, dulu saya taruh di folder mana ya?” maka Google Desktop Search (atau Google Desktop saja, atau GDS – freeware) adalah program yang akan sangat membantu. Google Desktop akan menambahkan fasilitas search di komputermu, tetapi bukan seperti search milik Windows yang lamban. Karena sangat cepat, Google Desktop juga bisa digunakan sebagai application launcher (program untuk menjalankan aplikasi lain dengan mudah).

Coba deh lihat kehebatan Google Desktop. Di komputer saya ada materi apa saja tentang rekursi yaaa? Cari saja (untuk memunculkan kotak search, klik ctrl dua kali):

gdesktop-recursion.jpg Read more »

Recent comments