Mengapa Drupal, Bukannya Joomla?

Bagi Anda yang datang dari lingkungan web development mungkin sudah tahu apa itu Joomla. Joomla adalah salah satu rival tertangguh Drupal dalam pasar CMS open source dunia. Di Indonesia, Joomla pun jauh lebih terkenal daripada Drupal – buktinya, di toko-toko buku favorit, Anda akan mudah menemukan buku mengenai Joomla. Buku tentang Drupal? Saya sih tak pernah melihatnya (akan sangat bagus lo kalau tutorial ini diterbitkan menjadi sebuah buku :P).

Jika Anda tidak tahu-menahu tentang Joomla, Anda tak perlu membaca bagian ini. Bagian ini ditujukan untuk memperkokoh iman kita terhadap Drupal :D.

Disclaimer: saya bukan seorang ahli Joomla, apa yang saya tulis adalah berdasarkan pengalaman pribadi dan hasil browsing. Jika ada perkataan saya yang salah, mohon dibetulkan dengan memberikan komentar. Terima kasih.

Infrastruktur yang Lebih Solid

Saat pertama kali melihat source code Joomla, saya langsung berpikir bahwa kode Joomla tidak begitu baik. Misalnya, saya tidak dapat melihat alasan mengapa ada perbedaan antara components, libraries, modules, dan plugins. Lalu dalam setiap file PHP ada kode-kode pengaman yang sebenarnya tidak diperlukan.

Drupal merupakan sebuah framework yang sangat solid dan fleksibel. Sebagai contoh, kelas-kelas pengguna dalam Joomla sudah terpatri sejak instalasi dan tidak dapat diubah sama sekali (hanya ada administrator, publisher, dll.). Dalam Drupal, kelas user dapat dibuat berapa saja. Anda ingin membagi tugas administrasi berita dan forum ke dua orang yang berbeda, dan masing-masing dilarang mengganggu kerja yang lain? Tidak masalah dalam Drupal. Drupal juga sangat baik dalam hal kategorisasi konten.

Sama seperti pembangunan kota, infrastruktur yang baik merupakan bekal yang sangat penting bagi kehidupan sebuah proyek CMS.

Support untuk Database Selain MySQL

Drupal 6 telah memiliki database abstraction layer sendiri. Berarti, akan sangat mudah untuk menggunakan RDBMS lain selain MySQL. Joomla, sayangnya, hanya dapat digunakan untuk MySQL, dan untuk mengubah hal tersebut akan ada sangat banyak kode yang harus ditulis ulang karena banyak query dalam Joomla yang hanya khusus dimengerti oleh MySQL.

Update Otomatis

Drupal dapat diatur agar memberitahu administrator setiap ada update untuk modul-modul yang digunakan serta update pada core Drupal itu sendiri. Jadi, Anda tak perlu lagi memeriksa setiap modul yang digunakan untuk melakukan update. Hal ini penting sekali lo kalau website Anda punya banyak musuh, agar website Anda selalu terjaga dari kemungkinan-kemungkinan hacking.

Fitur-fitur yang Modular

Bisakah Anda mematikan fitur komentar dalam Joomla, sampai tidak ada satupun kode untuk fitur komentar yang digunakan? Bisakah Anda mematikan fitur upload gambar? Bisakah Anda mematikan fitur upload file? Dengan Drupal, bisa.

Selain itu, karena sistemnya yang fleksibel sekaligus ketat, banyak modul Drupal yang saling menambah fitur satu sama lain. Di Joomla, ada banyak extension yang memiliki fitur yang (hampir) sama, atau hanya merupakan gabungan dari dua extension.

Development Cycle yang Cepat

Anda dapat melihat sendiri kecepatan development Drupal dengan Joomla. Sebagai contoh, Drupal 6 dirilis lebih dahulu daripada Joomla 1.5, padahal versi Joomla sebelumnya sudah lebih tua daripada versi Drupal terdahulu.

Selain itu para developer Drupal sangat yakin akan fitur-fitur yang mereka tambahkan dalam setiap rilis, sampai-sampai mereka berkomitmen bahwa setiap rilis yang menambah fitur akan menambah satu major version number (misalnya dari 5.7 ke 6.0). Berarti, ada sangat banyak perubahan dalam satu kali rilis – menambah major version itu layaknya melakukan upgrade dari Windows XP ke Windows Vista.

Bagaimana dengan Joomla? Dengan waktu development yang kurang lebih sama, mereka masih kurang percaya diri untuk menambah major version number dari 1 ke 2, mereka hanya menambahkan minor version number dari 1 ke 1.5. Tentu saja, penomoran versi tidak dapat dijadikan pegangan (yang mana yang menurut Anda lebih canggih – Linux Kernel 2.6 atau Photoshop 7.0?), tetapi kita punya gambaran umum mengenai banyaknya fitur-fitur yang dijejali dalam satu kali rilis.

Lebih Ringan / Lightweight

Joomla_1.5.1-Stable-Full_Package.tar.gz memiliki besar sekitar 3 MB lebih, sedangkan drupal-6.1.tar.gz hanya sebesar sekitar 1 MB. Saat diekstraksi, Joomla memiliki besar 12.2 MB; Drupal 3.3 MB. Perbedaannya hampir empat kali lipat! Selain itu, ada 3573 file di dalam Joomla_1.5.1-Stable-Full_Package.tar.gz. Dalam drupal-6.1.tar.gz? Hanya ada 463 file!

Mungkin Anda berpikir, mengapa masalah besar file saja menjadi masalah besar, bukankah hard disk di rumah saya saja sudah sebesar 40 GB / lebih, apalagi di server saya??? Bukan itu masalahnya. Makin sedikit besar file maka makin sedikit kode PHP yang ada. Maka:

  • makin sedikit kode yang harus dieksekusi oleh webserver. Berarti webserver akan berjalan lebih cepat. Tentu saja di sini kita berasumsi (yang salah) bahwa semua kode dieksekusi di setiap request.
  • makin sedikit tempat bug bersarang.
  • makin sedikit jumlah kode yang harus dibaca seorang programer yang ingin mencoba meng-hack, memperbaiki, atau menambah fitur pada Joomla/Drupal.

Selain itu, kebutuhan ruang harddisk yang kecil juga sangat diperlukan untuk orang-orang yang menggunakan hosting murah dengan disk-space yang kecil (misalnya 10 MB atau 50 MB). Bayangkan saja, dengan hosting 10 MB, seseorang tidak dapat menginstall Joomla sama sekali, sedangkan ia dapat menginstall Drupal dan masih memiliki sisa ruang sebesar 6 MB lebih untuk database. Apalagi jika Anda menghitung waktu yang diperlukan untuk melakukan upload via FTP.

Support untuk Multiple Website

Dengan Drupal Anda akan diberikan pilihan untuk membangun lebih dari satu website dengan codebase yang sama. Berarti And ahanya perlu meng-upload Drupal, module, dan theme yang diperlukan sekali saja dan semua itu dapat digunakan untuk beberapa website di server yang sama. Jika Anda melakukan upgrade terhadap codebase, maka semua website Anda akan otomatis ter-update! Oke kan?

Makin mantab lah.. :D

Satu lagi, fitur2 andalan Joomla seperti components, libraries, modules, dan plugins bahkan template yang bagus hanya bisa dinikmati dengan merogoh kocek anda alias bayar.. :p anda bisa dapet yg gratis tapi yah.. mutunya juga standar.. sedangkan Drupal, saya mau tau, ada gak sih yang jualan theme atau modul-nya??? :D semuanya free.. semuanya terkoordinasi dengan baik.. dan terdaftar dengan rapi di drupal.org.

oya, ini ada artikel menarik juga mengenai hal ini.. buat nambahin dan mempertebal keimanan kita aja.. :
http://www.alledia.com/blog/general-cms-issues/joomla-and-drupal-%11-whi...

bukunya ada kok

terbitan elex media tahu 2007, kalo nyari mungkin agak susah ditumpukan buku terbawah perhaps. buku ini mengulas wesite building dengan cms drupal. yang nulis smitdev community. cukup komplit. cuman kekurangannya dia gak nerangin cara instalasi drupal pada localhost. padahal bisa dengan sedikit ngakali tentunya.

promosi yg menarik..saya

promosi yg menarik..saya cukup terkompori :D
mo lanjut baca2 judul lain dl..
makasi

pemakai joomla

Saya sebagai orang awam....kenal pertama kali dengan CMS ya joomla itu....kenalnya dari buku di garmedia.....judulnya membuat website semudah membuat mie instant...hehehehe..........untuk soal ini drupal kalah selangkah...buku-buku soal joomla banyak sekali......saya nyoba -nyoba...eh kok bisa.....soal bagus mana dengan antara Joomla dengan Drupal...saya netral aja....yang jelas saya baru kenal dan bisa tetek bengek website dari Joomla.......barangkali suatu saat saya juga akan belajar drupal......cms toh bukan agama yang mesti kita fanatik kepada salah satunya......

Drupal tetap hebat

Drupal rilisnya sangat cepat. semoga drupal tetap free selamanya... Gratis berkualitas?? apa salahnya ch...
Hanya drupal yang mememnuhi keinginan hati. Hehehe.
Modul2 untuk bisnis pun semunya gratis.

Joomla is not for ordinary user

Saya sendiri dulu memulai pertama kali mainan web mencoba Joomla. Hasilnya, saya benar2 frustrasi karena bingung bagaimana do things di Joomla. Ketika beralih ke Drupal, whoosh... everything is so easy! percaya deh!

Love to share many things with Drupal... go DRUPAL!
http://www.drupalquickstart.com

Aduh, berubah jadi item neh... hehehehe..

Kereen... themenya namanya apa bank?? ada modif css yah??

Themenya namanya Colourise,

Themenya namanya Colourise, bisa di-download di website Drupal.

Ada yang ketinggalan...

Modul yang ntu di bawah koment ada benderanya namanya apa iah... hehehe... thanks very much...

Kalau ini pakai IP2Nation.

Kalau ini pakai IP2Nation.

Syukurlah Ada Yang Lebih

pantes dicoba. cuma masalahnya orang kita kan latah dan pengennya yang gampang.
menurut saya joomla membingungkan. saya bikin web pake joomla harus reload/membersihkan server sampe 3 kali. pertama aksesnya berat dan susah banget kayaknya. tapai aku tetap penasaran dan tetap mau coba.
untuk drupal, sering lihat di fantastico, cuma belum pernah coba. entar deh kita coba hosting gratisan ngetes drupal...

Jadi Lebih Tertarik nih...

Kebetulan mo belajar make drupal...eh malah ketemu artikel yg menarik ky gini...jd makin manteb aja...lanjut deh bang

Pembuat Theme Drupal Berkualitas

Dari smua keterangan memang durpal mengungguli joomla, menurut saya saingan drupal sebenarnya wordpress lho.......

Drupal sendiri mengakui ketanguhan wordpress dan pemilik wordpress sendiri mengakui ketangguhan drupal masih di atas wordpress.

Drupal nomor satu

drupal memang powerfull...

drupal memang powerfull...

ini yang ada from indonesia

ini yang ada from indonesia di komen pake module apaan y?

Pakai

Pakai ip2nation...

drupal berat banget,

drupal berat banget, installerya aja menurut saya berukuran jumbo (10MB booo)

hidup drupal :)

Apa benar kostumisasi drupal ribet?

Thank buat infonya....
Ju2r saat pertama kali nyoba drupal, hala pertama yang melintas di pikiran saya is "RIBET". Dari soal hal akses, node...bla..bla....(Pandangan orang awam), dan akhirnya selingkuh ke joomla.
Namun setelah bener2 mendalami web developer... saya frustasi.. sehingga memutuskan untuk berpindah ke drupal.

Memang benar administrasi

Memang benar administrasi Drupal agak ribet, tapi bukan berarti administrasi Joomla tidak ribet. Yang terutama adalah filosofi kedua produk tersebut berbeda; Joomla ingin menjadi produk jadi yang dapat langsung digunakan dan sangat fungsional, sedangkan Drupal ingin menjadi produk yang sangat basic tetapi bisa dikostumisasi seluas-luasnya.

saatnya migrasi ke drupal?

sy selama ini pengguna Joomla, setelah baca artikel ini, rasanya perlu buat belajar drupal...

tp mau nanya ne, kira2 penggunaan drupal lebih rumit atw lebih mudah dibanding Joomla?

thanks buat infonya

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <blockquote> <pre>
  • Lines and paragraphs break automatically.