Google App Engine: Web Hosting Gratis dari Google

Yup, judul di atas tidak salah. Melalui Google App Engine, Google menawarkan bandwidth, database, dan penyimpanan file secara gratis. Layanan tersebut masih berupa preview, sehingga tidak semua orang dapat mencicipinya sekarang – saya juga masih menunggu dibuatkan account oleh Google.

Website Anda akan menggunakan server performa tinggi milik Google sehingga tidak perlu lagi susah-susah membayar hosting lagi jika website Anda tidak melebihi batas, yaitu disk space sebesar 500 MB dan “bandwidth yang cukup untuk 5 juta pageview (tampilan halaman) per bulan” (angka matinya 10GB). Kebutuhan bandwidth atau space tambahan dapat dibeli dari Google (walaupun dalam edisi preview, hal ini belum bisa dilakukan). Jumlah ini SANGAT BANYAK untuk web hosting gratis. Sebagai perbandingan, blog ini hanya menggunakan space sekitar 40 MB dan bandwidth tidak sampai 1 GB per bulan.

Website yang dibuat dengan layanan ini dapat menggunakan nama domain sendiri seperti leapon.net, atau dapat menggunakan subdomain gratis di bawah appspot.com (misalnya leon.appspot.com). Read more »

Choosing The Best Free Web Hosting

I don’t have a credit card and am unemployed, so web hosting has always become a problem for me. This condition forced me to look for free web hosting services since I ever considered learning web development. It was a rather unhappy odyssey – posting boringly in forums, whining for account approval, moving hosts here and there (probably more than five times)...

Journeys, however, always award us with invaluable experiences. Here I outline 7 characteristics of a successful free web hosting service, based purely on my knowledge (some of these may apply to paid hosting as well): Read more »

Departemen Pendidikan Nasional Membeberkan Data Pribadi Murid Sekolah

Ceritanya gw lagi agak-agak narsis dan gw coba-coba mencari nama gw sendiri di Google (dengan keyword Leontius Adhika Pradhana). Bukannya sombong loh, tapi hal in penting untuk mengetahui seberapa terkenalnya diri kita sendiri :D, dan juga melakukan kontrol terhadap pihak-pihak yang ingin mencemarkan nama baik kita di internet. Juga untuk mengetahui seberapa mudahnya mencari data tentang diri kita sendiri.

Urutan pertama hasil search, sudah pasti blog ini. Tetapi yang bikin gw agak kaget adalah di hasil nomor sekian, nama gw terpampang bersama-sama teman-teman gw di Kanisius, dan di situ tertulis tanggal lahir dan alamat rumah! Situs itu adalah situs milik Departemen Pendidikan Nasional, subdomain untuk Nomor Induk Siswa Nasional. Ternyata data yang dimasukkan sekolah gw (dan pastinya juga yang dimasukkan SMA se-Indonesia) ke Depdiknas sebagai syarat pendaftaran untuk mengikuti UN, bisa diakses siapa saja dari internet (termasuk Google tentunya). Read more »

I Wish Every Employer Is Like Google

Stolen from The Cherry Avenue!

Google has been known for a long time as the best place in the world to work. They offer free massages, gourmet meals, and professional haircuts at their beautiful campus in California. That right there puts them above 99.99% of the other companies in the world. At any rate, you already knew all that so lets move on.

Have you ever wondered how much a Google employee makes? Well this data isn’t extremely easy to find, if you don’t believe me just search Google. However, here is some interesting statistics.
Google Programmer in Phoenix – $174,000/year
Google Programmer in California – $197,000/year
Google Programmer in Chicago – $222,000/year
Google Programmer in New York – $242,000/year
(according to Indeed.com)

...and thats just in salary. What other financial benefits does Google offer it’s employees? Read more »

Buat Game Yuk!!!

UPDATE: jika Anda tertarik, silahkan isi formulir di <http://bit.ly/vgD2Z1>!

Impian gw sejak kecil yaitu… membuat game!!! (Yah, setidaknya sejak gw mengenal bahwa ada benda di dunia ini yang namanya game.) Dari dulu sebenarnya gw udah berkali-kali mencoba membuat yang bagus dengan teman-teman (kalau game kecil-kecil sih udah pernah, cuma ga pernah dipoles biar cantik >.<). Tapi sayangnya proyek bersama itu selalu gagal, entah karena gwnya males, anggota tim males, gak ada target yang jelas, kurang koordinasi, kurang waktu luang... pokoknya banyak. Biasanya proyeknya dimulai, terus ada rentetan ulangan di sekolah sehingga pembuatan game vakum, lalu vakumnya keterusan sampai selama-lamanya... >.<

Tapi sekarang gw dan banyak teman-teman gw udah banyak berkembang (halah…), sudah bisa lebih baik me-manage waktu, sudah punya banyak kemampuan-kemampuan ajaib yang didapat di universitas, dan sudah (sedikit?) lebih profesional. Jadi ayo kita buat game lagi! Read more »

Pemerintah Terlalu Reaktif terhadap Film F*?

Hari ini gw baca artikel yang cukup menarik di koran Kompas hari ini, 7 April 2008, halaman 33, “Keseimbangan Baru Menghadapi Teknologi”: minggu lalu, Menkominfo kita mengeluarkan surat perintah kepada APJII (badan pengawas internet Indonesia) untuk “memblokir situs maupun blog yang melakukan posting film F*”, dan artikel tersebut berisi kritik terhadap kebijakan tersebut. Gw sebagai warga negara yang baik (wuidih…) mencoba untuk menekankan isi-isi yang penting dari artikel tersebut, tidak lupa ditambah dengan bumbu-bumbu pendapat pribadi :D.

Kesan pertama gw membaca artikel tersebut adalah: PENTING YA!? Bagaimana nggak, film hate speech seperti F* bisa mengundang reaksi yang begitu besar dari sebuah negara beradab seperti Indonesia. Apakah pemerintah saking gak punya kerjaan, sampai-sampai urusan-urusan kecil seperti ini diurus dengan sesigap mungkin (tertulis klasifikasi surat adalah “Sangat Segera”)? Apakah urusan seperti pembajakan yang marak terjadi di internet tidak segawat masalah F* ini? Gw rasa pemerintah perlu menunjukkan bahwa ia punya prioritas dalam menghadapi masalah-masalah yang terjadi di masyarakat. Read more »

Recent comments